
Sejarah Program Studi 01
Subspesialis Bedah Digestif
Bidang ini mempelajari tata laksana bedah pada organ sistem pencernaan serta layanan rujukan yang memerlukan kompetensi konsultan.
Ketua Peminatan
Dr. dr. M. Iqbal Rivai, SpB, Subsp. B.D(K)
Ketua Peminatan Bedah Digestif
Staf Pengajar
dr. Ambiar Manjas, Sp.B, Subsp.BD(K)
Ilmu Bedah, dokter/PPDS, dan pembelajaran klinik bedah digestif
Dr. dr. M. Iqbal Rivai, Sp.B, Subsp. BD(K)
Ilmu Bedah, keterampilan klinik, preseptor, dan pelatihan endoskopi digestif
dr. Juni Mitra, Sp.b, Subsp. BD(K)
Ilmu Bedah, dokter/PPDS, keterampilan klinik, preseptor, dan pengantar blok gastrointestinal-hepatobilier-pankreas
Dr. dr. Avit Suchitra, Sp.B, Subsp. BD(K)
Keterampilan klinik, pre-clerkship, dan kegiatan deteksi dini kanker pada masyarakat
Dr. dr. Rini Suswita, Sp.B, Subsp. BD(K)
Bedah digestif, colorectal surgery, dan pembelajaran klinik terkait kasus kolorektal
dr. Irwan, SpB Subsp. BD(K)
Ilmu Bedah, dokter/PPDS, pre-clerkship, dan pengantar blok gastrointestinal-hepatobilier-pankreas
dr. Vandra Bina Riyanda SpB Subsp. BD(K)
Pengembangan profesi bedah berkelanjutan, endo-laparoscopy, coloproctology, dan acute care surgery
Perkembangan ilmu bedah organ sistem pencernaan yang maju sangat cepat mendorong lahirnya konsentrasi keilmuan bedah digestif di Indonesia. Pada Juli 1979, para dokter spesialis bedah yang banyak menangani kasus digestif bertemu di Bali dan menyepakati perlunya pembentukan Ikatan Ahli Bedah Digestif Indonesia (IKABDI), sekaligus membahas embrio Kolegium Ilmu Bedah Digestif Indonesia (KIBDI).
Pada fase awal, para pendiri yang memenuhi kriteria pengalaman operasi dan publikasi kasus bedah digestif memperoleh sertifikat sebagai konsultan bedah digestif. Pendidikan nonformal Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif kemudian dimulai pada 1980 dengan model magang di pusat pendidikan seperti RSCM FK UI, RS Hasan Sadikin FK Unpad, dan RS dr. Soetomo FK UNAIR.
Kolegium Ilmu Bedah Digestif Indonesia resmi berdiri pada 1998 setelah proses persiapan panjang. Kolegium ini berperan menjaga mutu pendidikan melalui standar kompetensi, kurikulum, dan evaluasi akhir nasional. Karena kebutuhan pelayanan dan minat pendidikan yang tinggi, pada 2008 dibuka pusat pendidikan baru di RS dr. Kariadi FK Undip, RS dr. Wahidin Sudirohusodo FK Unhas, dan RS Prof. dr. Sardjito FK UGM.

